Thursday, October 18, 2012

TOTAL LEADER™



Sebuah paradigma baru dalam pengembangan kepemimpinan.

Bagian terakhir dari 4 tulisan


Kompetisi bisnis global yang terus meningkat pesat sehingga diperlukan efektifitas pelaksanaan aktivitas dan efisiensi operasional di semua lini untuk mencapai produktivitas dan profitabilitas maksimal dan hal-hal tersebut mengharuskan para pimpinan perusahaan tidak saja memimpin mengikuti pola kepemimpinan konvensional melainkan pada saat yang bersamaan menciptakan pemimpin-pemimpin dengan membantu menggali potensi dari orang-orang yang ada di bawah kepemimpinan mereka.



Copyright © 2005 Leadership Management® International, Inc.
ALL RIGHTS RESERVED



Konsep Total Leader merupakan perwujudan dari kepemimpinan yang tidak saja berfokus pada peningkatan kinerja organisasi melalui pemanfaatan sumber-sumber daya melainkan juga pada pengembangan aspek-aspek operasional organisasi dan yang terutama adalah fokus dalam mengembangkan modal utama setiap organisasi yang paling penting yaitu manusia untuk dapat terus menerus mengembangkan dan mempergunakan potensi diri mereka secara penuh tidak saja sebagai pelaksana tetapi juga sebagai pemimpin.

Pada bagian 1 hingga bagian 3 telah dipaparkan tentang langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan efektivitas seorang pemimpin dan pentingnya pengukuran produktivitas diri seorang pemimpin melalui pengelolaan diri, waktu dan prioritas. Seorang Total Leader akan membangun hubungan saling percaya dengan orang-orang yang dipimpin dan pen-delegasi-an merupakan perwujudan dari hal tersebut. Seorang Total Leader juga harus menampilkan citra diri positif melalui perilaku dan ucapan sehari-hari serta komitmen yang tinggi pada pemberdayaan modal manusia dan pengembangan kepemimpinan dalam organisasi mereka yang merupakan prinsip dasar dari konsep Total Leader.


Organisasi di masa depan adalah organisasi dimana keseluruhan orang-orang di dalamnya merupakan para pemimpin.

Tingkat kreativitas orang-orang dalam suatu organisasi dan inovasi-inovasi, baik dalam bentuk produk-produk maupun jasa-jasa akan sangat membedakan kemampuan organisasi tersebut dalam memenangkan persaingan ketat di pasar. Perusahaan-perusahaan mungkin saja sudah dapat mencapai tingkat efisiensi yang tinggi serta efektivitas eksekusi operasional yang sangat baik, namun tanpa adanya inovasi-inovasi dari waktu ke waktu akan tertinggal dari para pesaing mereka.

Untuk dapat melakukan inovasi-inovasi yang sangat diperlukan tersebut, organisasi dapat menciptakan sistem dan suasana kondusif dimana setiap individu yang ada dalam organisasi mendapatkan kesempatan untuk berperan serta dalam memberikan pemikiran mereka guna kemajuan perusahaan. Dalam hal inilah diperlukan pola kepemimpinan yang dapat memotivasi individu-individu dalam organisasi agar berani berperan aktif dalam proses kreatif dan inovatif. Diperlukan sebuah proses yang komprehensif dan terintegrasi untuk pengembangan kapasitas kepemimpinan setiap individu dalam organisasi.

Kebanyakan organisasi dan/atau perusahaan diisi oleh orang-orang yang berkinerja rata-rata. Bagaimana caranya agar mereka dapat dikembangkan menjadi pemimpin-pemimpin yang efektif?
Tantangan terbesar dari para CEO, para pemilik perusahaan dan para wirausahawan yang ingin mendapatkan pangsa pasar yang memadai di tingkat lokal maupun global  adalah mengembangkan individu-individu yang mengelola dan menggerakan roda organisasi untuk mencapai pertumbuhan penjualan pada tingkat profitabilitas yang baik.
Namun demikian banyak organisasi yang dalam upaya mereka untuk mengembangkan pemimpin-pemimpin, mempergunakan pendekatan yang terkotak-kotak dan dengan cara mencoba-coba berbagai metode. Pada suatu saat fokus hanya diberikan pada satu area atau satu atribut atau satu tahapan kepemimpinan dan dirasakan yakin bahwa memang hal tersebut yang dibutuhkan. Pemimpin harus mampu menanggapi berbagai tahapan dan tantangan dalam kepemimpinan.

Pada bagian pertama tulisan ini dipergunakan ilustrasi tentang pentingnya kemampuan teknis dan non teknis dari para pemain tenis profesional dan akan diperlukan motivasi yang tinggi untuk dapat mencapai hal tersebut melalui latihan-latihan dan pertandingan-pertandingan serta disiplin dalam kehidupan pribadi. Demikian pula dalam upaya untuk dapat menciptakan individu-individu dengan kapasitas kepemimpinan yang dapat secara terus menerus dikembangkan memerlukan adanya para pimpinan yang mampu menciptakan suasana yang dapat memotivasi.

Banyak sekali pengertian yang kurang tepat tentang apa sebenarnya motivasi dan langkah-langkah untuk dapat menciptakan suasana kerja yang penuh motivasi sehingga individu-individu di dalamnya dapat mempergunakan potensi diri mereka secara penuh.

Kalimat-kalimat yang dapat menciptakan motivasi saja tentu akan membantu namun tanpa diikuti dengan langkah-langkah sistematis, maka efeknya akan sangat sementara dan seringkali bahkan menciptakan rasa gamang yang dapat berujung kepada demotivasi karena mereka tetap tidak meraih keberhasilan yang diinginkan setelah mencoba menggunakan kalimat-kalimat tersebut sebagai pendorong semangat saja tanpa memiliki sasaran-sasaran yang jelas dan mengupayakan perubahan-perubahan yang diperlukan lewat tindakan-tindakan yang direncanakan.

Sebagai seorang pemimpin yang juga berorientasi kepada menciptakan pemimpin-pemimpin, diperlukan pemahaman yang sangat baik tentang cara-cara memotivasi dan beberapa langkah berikut dapat dipergunakan:
  • Menciptakan suasana penuh motivasi yang dapat menumbuhkan keinginan berprestasi. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah bahwa motivasi tidak akan berkembang dengan sendirinya walaupun akan ada beberapa individu istimewa yang memiliki talenta.  Diperlukan sebuah program yang dapat dijadikan sarana untuk meningkatkan motivasi sehingga hasil akhirnya adalah produktivitas perusahaan secara keseluruhan
  • Menyusun strategi dan perencanaan pengembangan kepemimpinan. Strategi dan perencanaan yang telah disusun perlu dikomunikasikan kepada seluruh individu dalam organisasi dan sistem sumbang saran juga dapat dipergunakan untuk lebih memungkinkan penerapan strategi dan perencanaan tersebut dengan lebih cepat dan memberikan hasil yang lebih maksimal.
  • Sedapat mungkin hindarilah penggunaan cara-cara memotivasi yang bersifat penalti/hukuman apabila individu-individu atau departmen tidak  mencapai hasil sesuai kesepakatan. Sedangkan pemberian insentif sebagai pemicu motivasi dapat tetap dipergunakan pada departemen penjualan misalnya namun secara sistematik perlu dipergunakan cara-cara memotivasi dengan menanamkan perubahan dalam sikap positif untuk mencapai kemajuan diri sendiri dan kemajuan organisasi.



Tidaklah cukup bagi para pemimpin untuk hanya memilki visi. Seharusnya visi tersebut dikomunikasikan lewat penetapan strategi-strategi.

Hal terpenting dalam optimalisasi efektivitas pelaksanaan strategi adalah membantu orang-orang yang anda pimpin untuk mengintegrasikan sasaran-sasaran individual dan sasaran-sasaran organisasi.

Agar strategi-strategi organisasi dapat dilaksanakan dengan baik diperlukan beberapa hal sebagai berikut:
  • Komitmen para pemimpin adalah sangat penting untuk dapat menunjang pengembangan dan pelaksanaan strategi. Namun perlu diperhatikan oleh para pemimpin bahwa orang-orang akan lebih termotivasi untuk juga memberikan komitmen mereka apabila mereka ikut dilibatkan yang dalam hal ini adalah strategi yang akan dilaksanakan
  • Komunikasi tentang kemungkinan diperlukannya beberapa perubahan dalam kaitan pelaksanaan strategi. Resistansi terhadap perubahan mesti disikapi oleh para pemimpin dengan sikap dan pendekatan yang strategik berupa visualisasi hasil-hasil jangka panjang yang bisa didapatkan organisasi dan para individu di dalamnya.
  • Pastikan bahwa organisasi anda bekerja mengacu pada sasaran-sasaran yang telah disepakati bersama melalui penetapan langkah-langkah strategis yang diperlukan.

Kepemimpinan strategik bukan hanya mengembangkan sebuah strategi yang efektif tetapi juga mengkomunikasikan strategi sehingga dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku orang-orang dalam organisasi. Kepemimpinan strategik adalah sebuah proses untuk menentukan bagaimana organisasi dapat menghadapi persaingan tidak saja dalam jangka pendek melainkan juga jangka menengah dan jangka panjang. Oleh karena itu dibutuhkan kejelasan mengenai misi, visi, sasaran-sasaran dan model bisnis yang dipergunakan.

Sebagai penutup silahkan renungkan apa yang disampaikan oleh Bill Gates mengenai pentingnya keseimbangan penggunaan waktu seorang pemimpin dalam mengembangkan strategi: “It’s easy to spend so much time thinking about today’s markets and competitors that you’re not ready for those you’ll encounter tomorrow.


Total LeaderTM is a registered trademark in the US held by Leadership Management (R) International, Inc.
Permission to use Total LeaderTM is obtained from: Leadership Management (R) International, Inc.

No comments: