Monday, October 22, 2012

A B C D



Dari diantar mobil Alphard hingga naik Bajaj demi untuk biaya Cuci Darah

Hari Jumat 19 Oktober 2012 saya ada undangan rapat di Pusat Pelayanan Masyarakat Lions Indonesia, dimana pada lantai 3 gedung tersebut Klinik Hemodialisis Lions yang didirikan oleh Yayasan Lions Indonesia memberikan pelayanan cuci darah dengan biaya yang lebih terjangkau bagi para pasien gagal ginjal dari masyarakat kurang mampu.


Dari ruang rapat yang berhadapan langsung dengan ramp yang memang dipergunakan kursi roda untuk mengantar para pasien, kita dapat melihat para pasien yang diantar oleh keluarga mereka. Kami kemudian berkesempatan mengunjungi ruang perawatan di lantai 3 tersebut untuk melihat dari dekat fasilitas klinik serta berbincang dengan para pasien yang sedang menjalani cuci darah. Beberapa pasien bahkan datang dari Bekasi dan Tangerang dan memilih Klinik Hemodialisis Lions karena memang mereka adalah warga kurang mampu.

Dari data statistik World Health Organization (WHO) dapat kita lihat bahwa dari tahun ke tahun penderita gagal ginjal akut terus meningkat. Di Indonesia tingkat kematian karena gagal ginjal akut juga tinggi karena keterbatasan pengetahuan, keterlambatan penanganan penyakit, gaya hidup tidak sehat dan faktor-faktor lain termasuk kemampuan ekonomi pasien.

Ada beberapa mobil dan bajaj di pelataran parkir ketika saya berjalan menuju mobil. Saya menyempatkan diri berbicara dengan salah seorang sopir yang ada di sana. Bapak sopir tersebut bercerita bahwa dia mengantar 2 kali seminggu dan rutinitas tersebut sudah berjalan beberapa tahun. Dia menyaksikan perubahan fisik, kejiwaan  maupun finansial dari majikannya tersebut. Seorang bapak lain yang kebetulan juga berada di sampingnya bahkan menambahkan bahwa banyak pasien yang pertama kali datang dengan diantar mobil mewah seperti Alphard hingga akhirnya datang dengan menggunakan Bajaj dan kemudian tidak pernah datang lagi. Mungkin saja pasien tersebut sudah meninggal karena sudah tidak mampu lagi secara ekonomi untuk cuci darah, tambah bapak tersebut. Mohon maaf saya menggunakan apa yang diucapkan oleh bapak tersebut untuk dapat memberikan sebuah gambaran nyata tentang besarnya biaya cuci darah yang dapat menggerus bahkan sebuah kemapanan finansial.

Pembaca yang saya hormati, tulisan ini bukan semata saya buat untuk mengetuk hati bapak/ibu/saudara/saudari yang tergerak untuk membantu Yayasan Lions Indonesia dalam membantu saudara-saudari kita dari golongan masyarakat dengan ekonomi kurang mampu yang mengalami gagal ginjal akut sehingga harus menjalani cuci darah. Namun tulisan ini juga  untuk menggugah kesadaran kita semua mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal maupun organ vital lainnya. Masih banyak masyarakat yang kurang memahami bahwa 2G yaitu gula dan garam, apabila dikonsumsi melebihi takaran yang mampu diakomodir oleh bahkan tubuh yang sehat, akan dapat menyebabkan banyak sekali jenis penyakit berbahaya pada organ-organ vital manusia seperti jantung, hati dan ginjal.


Saya bukan seorang dokter sehingga tidak pada tempatnya mengulas secara mendalam mengenai kesehatan dari sudut klinis namun sebagai awam tentu tetap ingin berbagi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan bahkan meningkatkan vitalitas tubuh sehingga kehidupan kita menjadi lebih bermakna baik bagi diri kita sendiri maupun untuk orang-orang lain karena memiliki kehidupan yang seimbang.

Salah satu dari 6 aspek kehidupan (Wheel of LifeTM - didefinisikan oleh Paul J. Meyer) yang mesti mendapatkan perhatian kita adalah aspek fisik dan kesehatan selain aspek-aspek finansial dan karir, pendidikan dan pembelajaran, keluarga dan rumah-tangga, sosial dan budaya, spiritual dan etika.

Banyak orang hanya membuat sasaran-sasaran dan rencana-rencana dalam aspek finansial dan karir namun tidak pernah membuat sasaran-sasaran dan rencana-rencana untuk aspek-aspek kehidupan mereka yang lainnya seperti fisik dan kesehatan. Bahkan mereka yang sudah mengetahui bahwa tingkat kolesterol maupun gula darah mereka sudah jauh melampaui batasan yang seharusnya juga masih kurang menyadari atau mengabaikan penyakit-penyakit yang dapat diakibatkan oleh keadaan tersebut.

Agar vitalitas tubuh anda terjaga, anda yang sehat apalagi yang sudah memiliki penyakit harus mulai menuliskan sasaran-sasaran seperti memiliki jadwal olah-raga teratur; membatasi konsumsi gula, garam, lemak maupun minuman dengan kandungan kafein tinggi; berat badan yang memenuhi persyaratan kesehatan, jadwal pemeriksaan kesehatan, dsb.

Mulailah menuliskan sasaran-sasaran dan rencana-rencana untuk seluruh 6 aspek kehidupan anda untuk mencapai kehidupan yang seimbang.






Lions Clubs International digagas oleh Melvin Jones dan didirikan pada tahun 1917 di Chicago dan di Indonesia telah melakukan berbagai pengabdian kepada masyarakat lewat Lions Clubs Indonesia sejak tahun 1969.

LIONS adalah singkatan dari Liberty, Intelligence, Our Nation’s Safety)

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Lions Clubs Indonesia, silahkan menghubungi telpon 021-6606290 atau datang ke Pusat Pelayanan Masyarakat Lions Indonesia yang beralamat di Jl. Raya Pluit Timur Kav B-2, Jakarta 14450.

No comments: