Sunday, June 30, 2019

IKEA

Banyak orang kemungkinan belum pernah mendengar nama Ingvar Kamprad, yang meninggal dunia dalam usia 91 tahun pada 27 Januari 2018, yang adalah orang terkaya nomor 8 sedunia dengan nilai bersih kekayaannya sebesar 57,8 milyar dollar Amerika atau setara dengan hampir 900 triliun Rupiah. Namun bukan hanya nilai kekayaan yang memang luar biasa tersebut yang merupakan warisan yang ditinggalkan seorang bernama Ingvar Kamprad tersebut, tetapi juga sebuah etos kerja dan nilai-nilai yang diwariskannya kepada seluruh karyawan IKEA di seluruh dunia.
Ingvar Kamprad mendirikan IKEA ketika dirinya masih berusia 17 tahun, yang kini berjumlah 400 toko dan ada di 50 negara, dimana etos kerja yang dikemas dalam "Nine Theses" yang dibuatnya untuk menjadi panduan bagi seluruh karyawan IKEA, dengan tujuan agar IKEA akan terus ada dan berkembang bahkan setelah dirinya tiada.
Hingga usianya yang sudah lanjut, Ingvar Kamprad selalu menyediakan waktunya untuk mengunjungi toko-toko IKEA, menyapa para pengunjung yang berpapasan dengannya, menemui para pemasoknya.
Ingvar Kamprad adalah seorang pemimpin yang memiliki kemampuan untuk melihat jauh ke masa depan namun pada saat yang sama tetap memperhatikan semua hal penting dalam pelaksanaan kegiatan bisnis.

Tuesday, March 6, 2018

U A N G



Kita semua telah mempergunakan nilai uang sebagai ukuran seberapa besar kita menghargai sesuatu namun ukuran dalam nilai uang tersebut sebenarnya juga akan sangat ditentukan oleh keadaan atau situasi ketika ukuran tersebut dipergunakan. Misalnya saja ketika seseorang menderita suatu penyakit dan dokter kemudian mengatakan bahwa proses penyembuhannya akan membutuhkan istirahat total selama 1 minggu bila mempergunakan metode biasa dengan biaya Rp.10 juta sedangkan bila mempergunakan metode terbaru akan membutuhkan biaya lebih besar yaitu Rp. 50 juta namun memungkinkan proses penyembuhan yang hanya 3 hari saja atau hanya kurang dari separuh waktu yang dibutuhkan dibandingkan dengan metode biasa. Yang manakah yang akan dipilih oleh orang tersebut akan tergantung kepada apa yang disebut preferensi, dimana antara orang yang satu dan lainnya akan berbeda yang memang akan banyak ditentukan oleh kemampuan orang tersebut menghasilkan uang dan juga kesediaannya untuk mengeluarkan uang lebih banyak demi waktu yang baginya lebih berharga.

Dalam beberapa kasus hidup atau mati ketika menderita suatu penyakit yang sulit disembuhkan, seseorang kemungkinan besar akan memilih untuk membayar berapapun besarnya biaya pengobatan yang harus dikeluarkannya demi dapat terus hidup.

Apakah Anda selama ini telah membuang begitu banyak waktu yang berharga tanpa menghasilkan apapun karena sifat pemalas atau kebiasaan menunda-nunda yang Anda miliki atau sebaliknya Anda adalah seorang pekerja keras yang tak kenal waktu karena terlalu mementingkan untuk mendapatkan uang sebanyak mungkin sehingga akhirnya uang yang Anda peroleh tersebut hanya dipergunakan untuk mengobati berbagai penyakit karena kurangnya perhatian Anda terhadap kesehatan?

Tuesday, January 9, 2018

PEOPLE


A master key was actually just a blank key before it has gone through a formation process to match all different internal combination inside each of those cylinders so it then can open all of them one at a time.

A leader, like a master key, must first seek to understand the various different expectations of his or her people, so he or she then can unlock their different potentials to get all the things done, and like a master key can open only one cylinder at a time, a leader must also have patience to interact one by one with his or her team members to get maximum mutual benefits.


Just a gentle reminder, however, unlike cylinders that will stay unchanged forever, people change their expectations over time.

Thursday, January 4, 2018

SELAMAT ANDA BARU!


Terkadang memang kita beruntung bisa mendapatkan yang kita inginkan tanpa perlu bersusah-payah mengupayakannya namun lebih sering diperlukan kerja keras untuk dapat memperoleh berbagai hal yang kita inginkan.

Baru beberapa hari tahun 2018 kita jalani, apakah di penghujung tahun lalu Anda sudah melakukan evaluasi atas semua yang sudah Anda upayakan sepanjang tahun, bersyukur untuk semua kinerja memuaskan, dan belajar dari setiap kesalahan atau bahkan kegagalan, serta yang terpenting adalah melakuķan introspeksi diri untuk melihat apakah usia emosi kita sama dengan usia fisik kita, apakah kita semakin matang dan dewasa atau hanya semakin tua saja karena menjadi tua belum tentu dewasa.

Dengan semakin bertambahnya jumlah tahun yang dilalui, kita perlu secara teratur melakuķan penelaahan mendalam agar bisa lebih mawas diri, lebih mampu menahan emosi, berpikir dan berperilaku positif dan lebih sering bersyukur, dan lebih menyadari bahwa untuk bisa membuat segala sesuatu di luar diri kita lebih baik adalah dengan lebih dulu selalu berupaya membuat diri sendiri lebih baik dari waktu ke waktu.

Tidak semua hal yang kita inginkan, bisa kita raih dengan mudah dan jadikan setiap kegagalan dalam upaya yang sudah kita lakukan sebagai sarana untuk belajar menjadi lebih baik lagi karena untuk bisa meraih kesuksesan tidaklah cukup hanya dengan membuat resolusi atau dengan memiliki motivasi yang tinggi atau dengan hanya berpikir positif namun akan diperlukan aksi dan upaya terus menerus untuk merealisasikan semua sasaran yang sudah kita tetapkan dengan spesifik, dapat dilaksanakan, dapat diukur, memiliki tenggat waktu yang jelas dan realistis, sehingga hidup kita menjadi bermakna.

Perbaharui diri kita menjadi lebih berkualitas dari waktu ke waktu dan tidak hanya menjelang tahun baru.

Saya mengucapkan kepada Anda sekalian dan juga kepada diri sendiri, tidak hanya ucapan Selamat Tahun Baru tetapi Selamat Anda Baru, Happy New You!

Saturday, December 23, 2017

KETERLIBATAN PARA KARYAWAN DALAM PENYUSUNAN STRATEGI


Sebagai pimpinan, mungkin Anda pernah mengalami keadaan dimana Anda telah mencoba berbagai daya upaya dalam menjelaskan strategi dengan sangat terperinci bahkan langkah demi langkah kepada tim Anda namun hasilnya sungguh mengherankan bagi Anda karena hampir tidak ada satupun dari mereka yang memahami dan melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan dengan benar.

“Mengapa mereka tidak pernah mau mendengarkan?”

“Mengapa mereka terus saja melakukan cara-cara lama padahal sudah jelas diperlukan cara-cara baru seperti yang dijelaskan yang akan lebih sesuai dengan perkembangan zaman agar perusahaan bisa terus  berkembang?”  

Anda tidak perlu terus bertanya-tanya sendiri karena permasalahannya bukanlah pada strategi, atau bukan pula pada kemampuan Anda dalam menjelaskan strategi yang ingin Anda jalankan, juga bukan pada ketidakmampuan intelektual dari sebagian besar anggota tim Anda, tetapi lebih pada bahwa mereka tidak merasa dilibatkan dalam penyusunan strategi tersebut.


Melibatkan sebanyak mungkin anggota tim Anda dalam penyusunan strategi dan rencana kerja akan lebih memastikan pelaksanaannya dengan benar dan konsisten.