Sunday, June 10, 2012

JIKA:MAKA



Dalam sebuah perbincangan singkat sambil menunggu bis, salah seorang peserta perjalanan wisata mengatakan bahwa ada anggapan orang-orang yang biasa-biasa saja hidup lebih bahagia dibandingkan orang-orang yang memiliki tingkat intelegensia tinggi. Apakah memang demikian adanya bahwa orang-orang yang memiliki kemampuan diatas rata-rata akan lebih tidak bahagia hidup mereka dibandingkan dengan orang-orang yang memlliki kemampuan biasa-biasa saja?
 
Mereka yang memilih hidup mengikuti arus dan tidak mencoba untuk menggunakan seluruh potensi dalam diri mereka sering mengambil sikap untuk tidak ambil pusing akan persoalan-persoalan. Mereka terlihat lebih menikmati hidup dibandingkan orang-orang yang mengetahui lebih banyak persoalan seperti ledakan populasi, pemanasan global dan lain sebagainya yang dihadapi dunia saat ini

Mungkin saja orang-orang dapat beranggapan bahwa orang-orang yang banyak belajar untuk mendapatkan pengetahuan lebih tidak bahagia dibandingkan dengan orang-orang yang memilih untuk hidup biasa-biasa saja untuk dapat lebih menikmati hidup. Namun secara ilmiah belum ada pembuktian tentang korelasi antara tingkat intelegensi dengan kebahagiaan.

Seringkali kita mendengar orang-orang mengatakan “saya tidak bahagia karena memiliki orang-tua yang tidak peduli kepada anak-anaknya”  atau “saya tidak bisa bahagia karena memiliki pekerjaan yang tidak saya sukai” dan berbagai alasan lainnya untuk mengatakan mengapa mereka tidak berbahagia.

Kenyataannya adalah bahwa untuk mendapatkan rasa bahagia yang sejati memang diperlukan upaya, tanpa melihat pada faktor-faktor seperti kepandaian maupun kondisi-kondisi lainnya. Kebahagiaan mesti diupayakan.
Diperlukan paling tidak dua hal untuk menjadi bahagia yaitu adanya tujuan dan kesenangan. Dan berbicara mengenai tujuan, kita perlu mengetahui mengenai kemajuan dalam meraih sasaran-sasaran penting yang sudah ditetapkan sebelumnya tersebut. Selain itu yang sama pentingnya adalah bahwa kita perlu menyadari pentingnya kehidupan kita saat sekarang.

Kedua hal ini sangat penting untuk dipahami. Tidak bisa hanya memiliki sasaran-sasaran yang ingin dicapai pada masa mendatang atau hanya memikirkan apa yang dijalani saat sekarang. Bisa saja kita memiliki sasaran-sasaran semisal dalam hal sosial berpartisipasi membantu masyarakat yang kurang mampu, namun dalam melaksanakan langkah-langkah untuk mencapai sasaran tersebut harus dipastikan bahwa kita sungguh merasa senang melakukannya. Tanpa hal tersebut, kita kemungkinan besar tidak akan merasa bahagia.
Contoh yang lain adalah banyak orang juga untuk menjaga kesehatan tubuh mereka, mencoba melakukan beragam olahraga secara teratur serta menkonsumsi berbagai multi-vitamin untuk mendapatkan kebugaran dan kesehatan yang mereka inginkan.  Namun demikian tanpa tujuan mengapa mereka menginginkan kesehatan, setelah sekian waktu berjalan banyak orang yang sudah melakukan hal tersebut akhirnya tidak merasakan kebahagiaan.

Banyak orang kerap berpikir bahwa kebahagiaan akan tergantung pada dua kata yaitu “JIKA:MAKA.”  Perkataan “jika saya memiliki atau tidak memiliki pasangan hidup yang sekarang,” atau “jika saya tidak segemuk ini,” dan berbagai “jika” lainnya, maka saya bisa hidup bahagia. Tanpa sadar banyak orang memiliki afirmasi “JIKA:MAKA” ini dan sebagai akibatnya mereka justeru tidak ingat kepada tujuan-tujuan dan kesenangan dalam menjalankan langkah-langkah guna mencapai tujuan-tujuan tersebut.

Apabila kita sungguh ingin bahagia, diperlukan langkah-langkah berikut untuk mendapatkannya:

Pertama, buatlah tujuan-tujuan yang ingin kita capai bukan hanya untuk diri kita sendiri melainkan juga untuk orang-orang lain seperti keluarga, famili, perusahaan, masyarakat dan bahkan untuk kemanusiaan. Misalnya kita bisa berpartisipasi secara aktif untuk menjadikan lingkungan tempat tinggal kita lebih hijau dengan melakukan penanaman pohon-pohon. Untuk dapat melakukan hal tersebut mungkin kita perlu untuk mempelajari hal-hal baru sehingga kita akan memiliki lebih banyak pengetahuan. Selain tentunya dengan melakukan hal tersebut kita akan memperkuat rasa percaya diri kita, namun perlu diingat bahwa kita melakukannya bukan semata untuk mendapatkan penghargaan atau pujian, melainkan karena memang penghijauan dengan penanaman pohon-pohon merupakan hal yang penting buat kita.

Kedua, adalah penting untuk sungguh-sungguh hidup dalam saat sekarang. Kebahagiaan sejati tidak didapatkan dari pencapaian-pencapaian masa lalu maupun harapan-harapan di masa depan. Boleh saja untuk mengenang kembali kejadian-kejadian yang menyenangkan di masa lalu untuk dapat menambah kepercayaan diri kita. Tetapi perlu untuk diingat agar kenangan-kenangan akan keberhasilan di masa lalu justeru tidak membuat kita terjebak pada euforia masa lalu sehingga tidak melakukan langkah-langkah yang diperlukan saat sekarang. Maria Sharapova yang telah memenangkan gelar di Wimbledon pada usia sangat muda yaitu 17 tahun beberapa tahun yang lalu namun kemudian berulangkali mengalami pasang-surut dalam prestasinya tidak terjebak dalam keberhasilan maupun kegagalan pada masa lalunya. Dalam kemenangannya di Rolland Garros pada tahun 2012 ini, Maria Sharapova membuktikan betapa suara-suara dalam dirinya yang mengatakan bahwa dia akan kembali sukses telah mengatasi komentar-komentar dari orang-orang bahwa dirinya tidak akan dapat kembali meraih kejayaan. Maria Sharapova dalam keseharian latihan dan pertandingannya memang terlihat selalu berusaha melakukan yang terbaik.

Memikirkan mengenai keberhasilan di masa depan akan mendorong kita membuat sasaran-sasaran dan rencana-rencana, tetapi ingatlah bahwa kita tidak perlu menunggu untuk mendapatkan kebahagiaan hingga sasaran-sasaran tersebut dapat kita raih. Kita sebaiknya tidak terlalu memikirkan apa yang akan dapat kita raih dimasa depan dan seharusnya kita fokus mengupayakan yang terbaik pada saat sekarang . Akan ada banyak kesenangan yang bisa kita dapatkan ketika melakukan langkah-langkah dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah kita tetapkan. Memang diperlukan upaya yang penuh tantangan untuk dapat menciptakan kebahagiaan.

Tinggalkan pemikiran jika:maka dan tidak ada cara yang lebih baik selain terus belajar untuk menambah pengetahuan kita lalu menerapkan apa yang kita pelajari guna menunjang langkah-langkah untuk mencapai tujuan-tujuan yang sudah kita tetapkan untuk diri kita sendiri dan juga untuk orang-orang lain.

No comments: