Sunday, June 30, 2019

IKEA

Banyak orang kemungkinan belum pernah mendengar nama Ingvar Kamprad, yang meninggal dunia dalam usia 91 tahun pada 27 Januari 2018, yang adalah orang terkaya nomor 8 sedunia dengan nilai bersih kekayaannya sebesar 57,8 milyar dollar Amerika atau setara dengan hampir 900 triliun Rupiah. Namun bukan hanya nilai kekayaan yang memang luar biasa tersebut yang merupakan warisan yang ditinggalkan seorang bernama Ingvar Kamprad tersebut, tetapi juga sebuah etos kerja dan nilai-nilai yang diwariskannya kepada seluruh karyawan IKEA di seluruh dunia.
Ingvar Kamprad mendirikan IKEA ketika dirinya masih berusia 17 tahun, yang kini berjumlah 400 toko dan ada di 50 negara, dimana etos kerja yang dikemas dalam "Nine Theses" yang dibuatnya untuk menjadi panduan bagi seluruh karyawan IKEA, dengan tujuan agar IKEA akan terus ada dan berkembang bahkan setelah dirinya tiada.
Hingga usianya yang sudah lanjut, Ingvar Kamprad selalu menyediakan waktunya untuk mengunjungi toko-toko IKEA, menyapa para pengunjung yang berpapasan dengannya, menemui para pemasoknya.
Ingvar Kamprad adalah seorang pemimpin yang memiliki kemampuan untuk melihat jauh ke masa depan namun pada saat yang sama tetap memperhatikan semua hal penting dalam pelaksanaan kegiatan bisnis.

Tuesday, March 6, 2018

U A N G



Kita semua telah mempergunakan nilai uang sebagai ukuran seberapa besar kita menghargai sesuatu namun ukuran dalam nilai uang tersebut sebenarnya juga akan sangat ditentukan oleh keadaan atau situasi ketika ukuran tersebut dipergunakan. Misalnya saja ketika seseorang menderita suatu penyakit dan dokter kemudian mengatakan bahwa proses penyembuhannya akan membutuhkan istirahat total selama 1 minggu bila mempergunakan metode biasa dengan biaya Rp.10 juta sedangkan bila mempergunakan metode terbaru akan membutuhkan biaya lebih besar yaitu Rp. 50 juta namun memungkinkan proses penyembuhan yang hanya 3 hari saja atau hanya kurang dari separuh waktu yang dibutuhkan dibandingkan dengan metode biasa. Yang manakah yang akan dipilih oleh orang tersebut akan tergantung kepada apa yang disebut preferensi, dimana antara orang yang satu dan lainnya akan berbeda yang memang akan banyak ditentukan oleh kemampuan orang tersebut menghasilkan uang dan juga kesediaannya untuk mengeluarkan uang lebih banyak demi waktu yang baginya lebih berharga.

Dalam beberapa kasus hidup atau mati ketika menderita suatu penyakit yang sulit disembuhkan, seseorang kemungkinan besar akan memilih untuk membayar berapapun besarnya biaya pengobatan yang harus dikeluarkannya demi dapat terus hidup.

Apakah Anda selama ini telah membuang begitu banyak waktu yang berharga tanpa menghasilkan apapun karena sifat pemalas atau kebiasaan menunda-nunda yang Anda miliki atau sebaliknya Anda adalah seorang pekerja keras yang tak kenal waktu karena terlalu mementingkan untuk mendapatkan uang sebanyak mungkin sehingga akhirnya uang yang Anda peroleh tersebut hanya dipergunakan untuk mengobati berbagai penyakit karena kurangnya perhatian Anda terhadap kesehatan?

Tuesday, January 9, 2018

PEOPLE


A master key was actually just a blank key before it has gone through a formation process to match all different internal combination inside each of those cylinders so it then can open all of them one at a time.

A leader, like a master key, must first seek to understand the various different expectations of his or her people, so he or she then can unlock their different potentials to get all the things done, and like a master key can open only one cylinder at a time, a leader must also have patience to interact one by one with his or her team members to get maximum mutual benefits.


Just a gentle reminder, however, unlike cylinders that will stay unchanged forever, people change their expectations over time.

Thursday, January 4, 2018

SELAMAT ANDA BARU!


Terkadang memang kita beruntung bisa mendapatkan yang kita inginkan tanpa perlu bersusah-payah mengupayakannya namun lebih sering diperlukan kerja keras untuk dapat memperoleh berbagai hal yang kita inginkan.

Baru beberapa hari tahun 2018 kita jalani, apakah di penghujung tahun lalu Anda sudah melakukan evaluasi atas semua yang sudah Anda upayakan sepanjang tahun, bersyukur untuk semua kinerja memuaskan, dan belajar dari setiap kesalahan atau bahkan kegagalan, serta yang terpenting adalah melakuķan introspeksi diri untuk melihat apakah usia emosi kita sama dengan usia fisik kita, apakah kita semakin matang dan dewasa atau hanya semakin tua saja karena menjadi tua belum tentu dewasa.

Dengan semakin bertambahnya jumlah tahun yang dilalui, kita perlu secara teratur melakuķan penelaahan mendalam agar bisa lebih mawas diri, lebih mampu menahan emosi, berpikir dan berperilaku positif dan lebih sering bersyukur, dan lebih menyadari bahwa untuk bisa membuat segala sesuatu di luar diri kita lebih baik adalah dengan lebih dulu selalu berupaya membuat diri sendiri lebih baik dari waktu ke waktu.

Tidak semua hal yang kita inginkan, bisa kita raih dengan mudah dan jadikan setiap kegagalan dalam upaya yang sudah kita lakukan sebagai sarana untuk belajar menjadi lebih baik lagi karena untuk bisa meraih kesuksesan tidaklah cukup hanya dengan membuat resolusi atau dengan memiliki motivasi yang tinggi atau dengan hanya berpikir positif namun akan diperlukan aksi dan upaya terus menerus untuk merealisasikan semua sasaran yang sudah kita tetapkan dengan spesifik, dapat dilaksanakan, dapat diukur, memiliki tenggat waktu yang jelas dan realistis, sehingga hidup kita menjadi bermakna.

Perbaharui diri kita menjadi lebih berkualitas dari waktu ke waktu dan tidak hanya menjelang tahun baru.

Saya mengucapkan kepada Anda sekalian dan juga kepada diri sendiri, tidak hanya ucapan Selamat Tahun Baru tetapi Selamat Anda Baru, Happy New You!

Saturday, December 23, 2017

KETERLIBATAN PARA KARYAWAN DALAM PENYUSUNAN STRATEGI


Sebagai pimpinan, mungkin Anda pernah mengalami keadaan dimana Anda telah mencoba berbagai daya upaya dalam menjelaskan strategi dengan sangat terperinci bahkan langkah demi langkah kepada tim Anda namun hasilnya sungguh mengherankan bagi Anda karena hampir tidak ada satupun dari mereka yang memahami dan melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan dengan benar.

“Mengapa mereka tidak pernah mau mendengarkan?”

“Mengapa mereka terus saja melakukan cara-cara lama padahal sudah jelas diperlukan cara-cara baru seperti yang dijelaskan yang akan lebih sesuai dengan perkembangan zaman agar perusahaan bisa terus  berkembang?”  

Anda tidak perlu terus bertanya-tanya sendiri karena permasalahannya bukanlah pada strategi, atau bukan pula pada kemampuan Anda dalam menjelaskan strategi yang ingin Anda jalankan, juga bukan pada ketidakmampuan intelektual dari sebagian besar anggota tim Anda, tetapi lebih pada bahwa mereka tidak merasa dilibatkan dalam penyusunan strategi tersebut.


Melibatkan sebanyak mungkin anggota tim Anda dalam penyusunan strategi dan rencana kerja akan lebih memastikan pelaksanaannya dengan benar dan konsisten.

Tuesday, August 22, 2017

PANTANG MENYERAH


Anda pasti pernah mendengar tentang penyakit polio, penyakit yang umumnya menyerang anak-anak balita. Polio atau poliomyelitis adalah penyakit menular yang disebabkan virus polio yang menyerang sistem saraf pusat, menyebabkan nyeri atau merusak saraf motorik, sehingga menyebabkan kelumpuhan otot atau ketidakmampuan untuk menggerakan tungkai atau bagian tubuh lain. Beruntunglah bahwa dengan ditemukannya imunisasi dengan vaksin polio oleh Jonas Salk, maka penyakit tersebut telah sangat berkurang jauh yang hingga tahun 1988 diperkirakan di seluruh dunia masih ada sekitar 350.000 kasus hingga hanya sekitar 37 kasus yang dilaporkan pada 2016.

Anda mungkin belum pernah mendengar nama Wilma Rudolph. Wilma adalah seorang atlit atletik yang merebut 3 medali emas Olympiade tahun 1960 di Roma. Wilma adalah anak ke 20 dari 22 bersaudara, yang dilahirkan prematur, dibesarkan dalam lingkungan keluarga kurang mampu dan terserang virus polio sehingga harus mempergunakan penyangga besi untuk kakinya hingga berusia 8 tahun.

Ketika Wilma berusia 12 tahun, dia mencoba mengikuti seleksi untuk dapat masuk ke dalam tim bola basket di sekolahnya, namun dia tidak lolos seleksi. Selama setahun Wilma berlatih dengan tekun setiap hari sehingga akhirnya ia diterima bergabung ke dalam tim bola basket sekolahnya tersebut. Wilma kemudian bertemu dengan seorang pelatih atletik yang mendorongnya untuk menjadi seorang sprinter. Kegigihannya dalam berlatih membuahkan beasiswa dari Universitas Negeri Tennessee dimana kemudian dia menjadi bintang lapangan.

Pada tahun 1960, Wilma yang menjadi bagian dari tim Olympiade Amerika Serikat dan dalam lomba sprint 100 meter dimana ada Judith “Jutta” Heine dari Jerman yang merupakan pemegang rekor dunia yang diunggulkan pada waktu itu, Wilma ternyata mampu mengunggulinya sehingga merebut medali emas di nomor tersebut.   Demikian pula di nomor sprint 200 meter, Wilma juga merebut medali emas.  Dalam lomba 4 X 100 meter estafet, dimana kembali Wilma berlomba menghadapi Jutta di 100 meter estafet terakhir, namun saat peralihan dari rekan pelari satu timnya tongkat tidak terpegang dengan baik oleh Wilma sehingga terlepas dan jatuh, sehingga Jutta mendapat kesempatan melesat meninggalkan dirinya.  Namun dengan semangat pantang menyerah yang dimilikinya, Wilma segera memungut kembali tongkat yang telah terjatuh tersebut, dan dengan mempergunakan segenap kemampuannya kembali berlari untuk mengejar ketertinggalannya walaupun situasi sepertinya hampir tidaklah mungkin baginya untuk dapat merebut medali dalam lomba tersebut.  Situasi stadion menjadi begitu tegang ketika menyaksikan drama bagaimana Wilma dengan gigih terus berupaya mengejar ketertinggalannya dan akhirnya berhasil melampaui pelari Jerman tersebut di beberapa langkah menjelang garis finish, dan Wilma kembali merebut medali emas ketiganya sehingga menjadikan dirinya wanita pertama yang berhasil memenangkan 3 medali emas dalam satu Olympiade pada waktu itu.


Dalam kehidupan pribadi maupun karir atau bisnis, akan ada berbagai keadaan sulit di awal yang sepertinya akan menjadi hambatan besar yang tidak akan memungkinkan seseorang bahkan untuk dapat menjalaninya dengan normal, namun keadaan tersebut akan dapat diatasi bila ada upaya terus menerus dengan kesungguhan hati serta adanya bantuan dari orang-orang lain yang peduli kepada kita. Demikian pula halnya akan ada berulang kali keadaan dimana  kegagalan sepertinya sudah ada di depan mata, namun akan tetap masih ada peluang untuk bisa keluar dari berbagai situasi sulit apabila kita tidak menyerah dan terus berupaya.

Saturday, August 19, 2017

PERUBAHAN

Salah satu tugas pokok dari seorang pimpinan perusahaan adalah untuk memastikan bahwa perubahan dan penyesuaian yang diperlukan perusahaan terus terjadi, baik karena perubahan perilaku konsumen atau karena berbagai langkah yang dilakukan oleh para pesaing di pasar, maupun karena perkembangan pesat dalam penggunaan teknologi internet dan berbagai media sosial sebagai sarana baru dalam berkomunikasi dan berbisnis, atau dikarenakan berbagai hal lainnya yang membutuhkan dilakukannya penyesuaian dalam kegiatan operasional perusahaan.

Namun tanpa dukungan penuh dari para pimpinan lini di bawahnya, maka perubahan yang diperlukan niscaya tidak dapat terlaksana dengan efektif atau kalaupun berjalan tetapi akan sangat lambat yang akibatnya tentu perusahaan akan bisa semakin jauh tertinggal posisinya di pasar.

Untuk dapat memastikan bahwa perubahan dan penyesuaian yang diperlukan perusahaan dapat terlaksana dengan semestinya, baik di tingkat divisi, departemen, maupun unit-unit lain di bawahnya, ada setidaknya beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh seorang pimpinan perusahaan.

Yang pertama, buatlah setiap orang dalam perusahaan berada dalam suasana perubahan seperti berdiri di atas aspal dengan tidak mengenakan alas kaki di tengah hari yang terik.  Yakinkanlah semua orang dalam perusahaan, terutama mereka yang memegang posisi penting, bahwa perubahan tidak akan terelakkan.  Bahwa tanpa perubahan, keadaan akan sangat tidak menyenangkan dan tentunya seseorang yang memiliki logika rasional tidak akan tetap berdiri diam di atas aspal tanpa alas kaki di tengah hari yang terik dan bila memang dia harus melaksanakan tugasnya di tempat tersebut, tentu dia harus mencari berbagai cara agar tugasnya terlaksana namun tidak menyakiti dirinya.

Sebelum mulai menyampaikan pesan tentang pentingnya perubahan, seorang pimpinan harus memulai suatu proses untuk dapat memahami secara garis besar tentang apa saja yang memerlukan perubahan. Seorang pimpinan harus mengetahui berapa lama waktu dan biaya yang akan dibutuhkan untuk melakukan perubahan, faktor-faktor utama yang harus menjadi fokus perhatian dalam proses perubahan, menentukan orang-orang yang akan berperan sebagai agen perubahan, dan memprediksi resistensi yang mungkin muncul.

Karena pesan dalam bentuk pidato apalagi dalam bentuk tertulis sebagaimana bagusnya pun tidak akan cukup untuk dapat memulai perubahan, maka sebaiknya perusahaan melalui beberapa pertemuan dengan para karyawan mendapatkan berbagai masukan dari semua orang dalam perusahaan dari sudut pandang mereka tentang hal-hal yang harus dilakukan dan tidak dilakukan.

Anda harus mampu meneruskan gambaran tentang keadaan tersebut secara berjenjang hingga lapisan paling bawah, agar setiap orang meyakini pentingnya mengikuti perubahan yang akan dilakukan perusahaan.


Langkah kedua yang perlu Anda lakukan sebagai pimpinan adalah mengevaluasi implementasi budaya perusahaan karena setiap perubahan harus mengacu kepada berbagai nilai yang dipergunakan oleh perusahaan, untuk melihat apakah terlalu longgar atau sebaliknya terlalu kaku. Misalnya bila ada masukan tentang kurangnya perhatian pada aspek pelayanan kepada pelanggan, maka pada saat mengkomunikasikan perubahan yang diperlukan, Anda tidak dapat hanya menyampaikan secara umum tentang pentingnya perubahan untuk meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan dengan mengaitkan masa depan semua orang dan juga keluarga mereka dengan kesuksesan atau kegagalan perusahaan, karena hal tersebut tidak akan cukup untuk membuat mereka terdorong untuk segera melakukan perubahan yang diperlukan kecuali Anda juga memaparkan secara lebih eksplisit mengenai dampak kemampuan finansial perusahaan dalam kaitan dengan kesejahteraan karyawan.

Hal yang penting untuk diperhatikan adalah bahwa sebagai pimpinan, Anda tidak dapat mendelegasikan tanggung jawab untuk melakukan perubahan kepada orang-orang di bawah kepemimpinan Anda. Jangan bersikap naif dengan beranggapan bahwa sekali pesan untuk melakukan perubahan sudah disampaikan dan dipahami oleh orang-orang dalam perusahaan, maka mereka akan segera melaksanakannya. Kenyataan yang terjadi lebih sering bahwa mereka kemudian hanya mencoba beberapa saat untuk kemudian kembali kepada pola lama yang sudah nyaman buat mereka.

Proses perubahan membutuhkan keterlibatan dari seluruh tingkatan dalam perusahaan sehingga seorang pimpinan harus memastikan bahwa pesan yang sama tentang perubahan dan akibatnya apabila tidak dilaksanakan akan terkomunikasikan secara berjenjang ke bawah sehingga dalam proses awal ini, pimpinan harus menyediakan waktunya untuk terlibat secara langsung dan tidak akan berhenti untuk sesering mungkin berinteraksi secara langsung di berbagai kesempatan dengan para pelaksana sebelum proses perubahan yang diperlukan mulai dilaksanakan dan langkah ketiga yang menjadi inti dari proses perubahan adalah terpetakannya berbagai perubahan yang dibutuhkan dalam standar operasional yang baru atau disesuaikan dan juga dalam indikator penting kinerja (KPI) serta ada dalam Job Description yang disesuaikan dari setiap karyawan.

Begitu proses perubahan dimulai, pimpinan harus dari minggu ke minggu menelaah perkembangan yang terjadi dengan membandingkannya dengan berbagai ukuran yang telah ditetapkan dalam indikator penilaian kinerja (KPI) dan berbagai perubahan yang diperlukan dalam standar operasional prosedur.


Sebagai tambahan tentang faktor yang sering kali terlewatkan padahal sangat penting diperhatikan adalah mengenai alasan mengapa orang-orang resisten terhadap perubahan walaupun mereka mengerti bahwa perubahan diperlukan dan tidak terelakkan adalah karena mereka tidak mengetahui dengan pasti dampak dari perubahan yang akan dilakukan terhadap diri mereka sehingga menimbulkan kekuatiran akan masa depan mereka

Agar perubahan dapat berlangsung lancar dan sukses, para pimpinan divisi dan/atau departemen dan terutama pimpinan tertinggi mesti dapat meyakinkan para karyawan bahwa mereka bukanlah pihak yang menjadi korban tetapi mereka adalah pihak yang akan turut menyelamatkan perusahaan bila mereka turut secara aktif atau bahkan proaktif dalam setiap perubahan yang diperlukan.

Friday, June 30, 2017

PENGEMBANGAN DIRI BERKELANJUTAN


Apapun profesi yang Anda tekuni, apakah sebagai seorang konsultan, peneliti, dokter, musisi, guru, karyawan, pengusaha atau banyak profesi lainnya, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat mencapai tingkat keahlian yang mumpuni dari pelajaran serta pengalaman yang didapatkan dari tahun-tahun yang dilewati, yang kemudian akan sangat menentukan tingkat kinerja yang dihasilkan.
Demikian pula untuk menjadi seorang pemimpin yang mampu dengan baik memimpin banyak orang sehingga perusahaannya meraih kesuksesan sepertinya terlihat mudah namun dalam kenyataannya hampir seluruh pemimpin yang terkenal karena kemampuan mereka dalam memimpin perusahaan-perusahaan besar dan sukses ternyata harus melewati masa-masa dimana mereka juga mengalami berbagai masalah dan bahkan kegagalan.  Dibutuhkan kerja nyata dan kerja keras serta terus belajar dari waktu ke waktu untuk dapat menjadi seorang pemimpin yang berkualitas.
Karena tidak mudah untuk dapat menjadi seorang pemimpin yang baik, kebanyakan orang sudah menyerah sebelum bertanding dan bahkan mereka yang sudah menempati posisi sebagai pimpinan tidak cukup berupaya dan menyediakan waktu untuk terus dapat mengembangkan diri mereka agar dapat melaksanakan dengan lebih baik lagi berbagai tugas yang merupakan tanggung jawab mereka dan juga untuk mampu mengatasi berbagai hambatan yang muncul karena perubahan.
Para pemimpin yang berkualitas dari waktu ke waktu menetapkan berbagai sasaran pengembangan diri mereka dan berani mencoba berbagai hal baru yang memang tidak mudah agar mereka terus berkembang menjadi lebih baik lagi.
Para pemimpin yang sukses dalam menjalankan roda perusahaan atau roda pemerintahan memiliki ciri yang kurang lebih sama yaitu bahwa mereka adalah para pekerja keras dan sepertinya bisa berada di hampir seluruh situasi penting yang memang membutuhkan kehadiran mereka.
Mereka memiliki ciri lain yang sama yaitu menetapkan sasaran-sasaran yang jelas dan berupaya untuk merealisasikan berbagai sasaran tersebut dengan memperinci berbagai sasaran tersebut menjadi rencana tindakan yang perlu dilaksanakan oleh orang-orang yang mereka pimpin. Kemudian untuk memastikan bahwa berbagai sasaran yang telah ditetapkan tersebut akan tercapai, maka dari waktu ke waktu mereka melakukan bagian yang memang merupakan salah satu peran penting mereka yaitu pengendalian melalui pemeriksaan kinerja yang sudah harus dicapai pada setiap tahapan.
Para pemimpin yang berkualitas sangat menyadari bahwa bukanlah gaya dan cara memimpin yang menjadi tolok ukur kesuksesannya dalam memimpin tetapi pada kinerja berkualitas yang mereka hasilkan dan untuk lebih dapat memastikan hal tersebut mereka bukan saja memeriksa komitmen melalui introspeksi diri tetapi juga membiarkan para konstituen mereka untuk memberikan saran dan kritik yang memang akan sangat diperlukan untuk dapat terus mengembangkan diri mereka.  


Untuk dapat menjadi pemimpin berkualitas akan diperlukan pengembangan diri berkelanjutan agar mampu untuk terus menghasilkan kinerja berkualitas yang merupakan tolok ukur paling penting kesuksesan seorang pemimpin.

Monday, June 19, 2017

RENCANA & TINDAKAN


Hari Raya Iedul Fitri masih seminggu lagi namun jalan-jalan sudah mulai terasa lenggang karena sebagian warga Jakarta sudah mulai berangkat menuju daerah asal mereka masing-masing. Salah satu penyebab mereka melakukan hal tersebut adalah untuk dapat dengan lebih nyaman dalam perjalanan karena dapat terhindar dari kemacetan panjang yang memang umum terjadi di perjalanan menuju daerah asal mereka masing-masing jika semakin mendekati Hari Raya Iedul Fitri.

Bayangkan andaikata semua orang merencanakan berbagai pekerjaan yang mesti dilakukan 1 minggu sebelumnya tentu mereka akan dapat melaksanakannya dengan lebih menyenangkan

Mendekati akhir semester pertama setiap tahun, semua perusahaan akan bersiap-siap untuk berusaha mengejar ketertinggalan yang telah terjadi dan mulai mempersiapkan berbagai strategi untuk dapat memastikan bahwa di semester kedua mereka akan dapat mengejar ketertinggalan tersebut baik yang disebabkan oleh berbagai faktor internal maupun eksternal, atau berupaya mempertahankan dan bahkan bilamana mungkin meningkatkan kinerja perusahaan mereka.

Apapun persiapan dan perencanaan yang Anda akan lakukan untuk memastikan perusahaan Anda akan mencapai kinerja yang diharapkan, yang akan membedakan perusahaan Anda dengan para kompetitor adalah pelaksanaan dari berbagai rencana yang Anda susun.

Apa saja yang ingin Anda bisa raih di semester kedua tahun ini? 

Perubahan apa saja yang Anda harapkan terjadi dalam kehidupan Anda? Dalam karir, atau bisnis Anda? Dalam kehidupan rumah tangga, di bidang pendidikan, kehidupan sosial, kesehatan, dan kehidupan spiritual Anda?

Apa yang akan Anda lakukan untuk memastikan bahwa hidup Anda akan terus menjadi lebih baik dari waktu ke waktu?
Pastikanbahwa kita memahami kondisi dan situasi yang kita hadapi saat ini dan memperkirakan bagaimana situasi dan kondisi yang akan kita hadapi 6 bulan mendatang lalu mempersiapkan diri kita untuk dapat mengatasi berbagai hambatan yang sudah kita perkirakan dan terus berupaya meningkatkan kemampuan kita untuk dapat mengatasi hambatan yang tidak terduga.
Pastikan bahwa kita melakukan semua yang diperlukan pada waktu yang seharusnya dilakukan dan evaluasi kinerja kita secara mingguan atau bahkan harian.
Jangan hanya menunggu apalagi menunda-nunda semua yang bisa kita selesaikan namun tetaplah menjaga kesehatan raga dan batin kita.

RENCANA SAJA TIDAK AKAN MENGUBAH KEHIDUPAN KITA MENJADI LEBIH BAIK KARENA DIPERLUKAN BERBAGAI TINDAKAN NYATA UNTUK MEREALISASIKAN RENCANA TERSEBUT.

Sunday, May 14, 2017

KORUPSI


Kita semua tentu menginginkan perubahan dari keadaan NKRI yang telah sekian lamanya dirongrong oleh orang-orang yang bermentalitas tidak jujur dengan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.

Namun siapkah kita melakukan perubahan mulai dari diri kita sendiri?

Seperti yang telah banyak diberitakan di media cetak maupun media elektronik, banyak dari kita dengan mudah kemudian membicarakan tentang korupsi yang merajalela di NKRI ini yang memang telah dilakukan oleh para oknum pejabat yang menggelapkan anggaran negara maupun melakukan pungli atau dengan cara bersekongkol dengan para pengusaha menggelapkan pajak atau menjadi penguasa sekaligus pengusaha sehingga dapat mengatur semua peraturan untuk kepentingan diri sendiri maupun kelompoknya.  

Sangat mudah untuk membicarakan perilaku menyimpang dari orang-orang lain dan merasa diri sendiri telah melakukan yang seharusnya, taat pada peraturan, tidak pernah korupsi dan tidak mau merugikan orang-orang lain.  Benarkah demikian?

Bila Anda adalah seorang karyawan swasta, coba lakukan evaluasi bagaimana Anda mempergunakan waktu di tempat kerja atau pada jam kerja.  Apakah Anda mempergunakan waktu kerja untuk melaksanakan tugas-tugas Anda atau Anda justru lebih banyak mempergunakan waktu kerja tersebut untuk berbagai hal yang tidak ada relevansinya dengan tugas-tugas Anda?  Ini adalah bentuk korupsi waktu.

Jika Anda saat ini ikut prihatin pada korupsi di NKRI namun ternyata Anda termasuk golongan karyawan yang ternyata juga berperilaku seperti yang disebutkan di atas, buanglah dulu kebiasaan buruk tersebut.

Membuang kebiasaan buruk dan menggantinya dengan perilaku taat peraturan memang membutuhkan kesungguhan hati.

Ayo kita terus mendukung Gerakan Nasional Revolusi Mental yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo dengan memulai perubahan dari diri sendiri ke arah yang benar dengan memastikan bahwa kita melakukan segala sesuatunya dengan benar.

#AYOBERUBAHJADIBENAR