Wednesday, June 26, 2013

ONLY DIAMOND CAN CUT DIAMOND






Intan adalah salah satu batuan paling keras sehingga untuk dapat membentuk sebongkah batu intan menjadi permata indah bernilai tinggi akan dibutuhkan intan lain.


Seringkali orang-orang yang berharga dalam hidup kita atau bahkan diri kita sendiri juga demikian kerasnya sehingga agar dapat menjadi lebih berharga "seolah" memerlukan orang-orang lain yang sama kerasnya untuk dapat membentuk diri kita  dan menemukan potensi diri kita sepenuhnya.

Tetapi walaupun kerasnya hati manusia sesungguhnya jauh melebihi intan atau batuan lain yang ada di alam semesta ini, pilihlah bukan dengan mempergunakan kekerasan hati apalagi kekerasan fisik untuk dapat membentuk manusia.

Rudy Hartono, Liem Swie King, Susi Susanti, Elizabeth Latief yang sudah menorehkan prestasi dalam olahraga bulutangkis maupun para olahragawan berprestasi lainnya kebanyakan bukan terbentuk karena orang-orang yang sudah menjadi maestro tetapi lebih karena ketekunan, kesabaran dan kasih sayang para pelatih mereka yang dalam banyak contoh nyata adalah memang orang-orang terdekat mereka yang yang tidak dikenal oleh dunia bahkan ketika para olahragawan tersebut sudah menjadi begitu tersohor. Mereka memberikan diri mereka untuk membentuk orang-orang lain menjadi seperti permata berkilauan yang berharga. Mereka seperti batu intan yang membentuk batu intan lainnya menjadi permata berkilauan yang berharga. Perbedaan sangat mendasar dengan batu intan adalah bahwa mereka memilih untuk memberikan kemampuan mereka bagi orang-orang lain.

Hanya yang terbaik dapat membentuk yang terbaik.

Monday, June 24, 2013

TRANSFORMASI






Kata transformasi telah banyak secara latah dipergunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk perubahan-perubahan yang sebenarnya hanya termasuk jenis perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) atau walaupun ada upaya-upaya untuk secara signifikan meningkatkan top-line dan bottom-line melalui inovasi-inovasi yang mungkin lebih tepat disebut renovasi dan/atau ada rekayasa ulang (reengineering) proses bisnis yang dilakukan walau sebenarnya masih termasuk upaya efisiensi dengan cara mengurangi jumlah proses-proses yang memang seharusnya tidak diperlukan lagi, namun semua yang dilakukan tersebut belum dapat dikategorikan sebagai sebuah transformasi.

Ada banyak perusahaan yang bahkan mengartikan transformasi  ketika yang mereka lakukan adalah mengganti logo atau tampilan pada website yang sudah ada atau merubah slogan maupun menambahkan fitur-fitur baru dalam produk-produk dan/atau jasa yang ditawarkan kepada para pelanggan dan/atau calon pembeli.

Bahkan ada perusahaan-perusahaan yang menggunakan istilah transformasi karena akhirnya mereka berhasil keluar dari lingkaran kerugian yang terjadi bertahun-tahun padahal hal tersebut terlaksana karena upaya-upaya efisiensi, meningkatkan mutu pelayanan, diversifikasi dan melakukan ekspansi sehingga menghasilkan pertumbuhan signifikan penjualan dan profit.

Arti kata transformasi menurut kamus adalah terjadinya perubahan pada bentuk/sifat/fungsi. Perubahan bentuk dari ulat menjadi kupu-kupu adalah sebuah contoh transformasi. Atau misalnya terjadi perubahan struktur kepemilikan perusahaan dari seluruhnya milik negara menjadi perusahaan patungan dengan pihak swasta atau kebalikannya adalah contoh lain transformasi. Perubahan dari usaha yang semula memiliki fokus utama pada penjualan produk-produk kemudian melakukan diferensiasi dan melalui sebuah masa transisi untuk kemudian menjadi lebih banyak menjual perangkat lunak dan jasa konsultasi merupakan sebuah transformasi.

Apakah fenomena penambahan fasilitas untuk makan dan minum di outlet-outlet 7-eleven yang sebelumnya hanya fokus dalam menyediakan barang-barang kebutuhan sehari-hari merupakan sebuah contoh transformasi? 

Penyediaan fasilitas untuk makan dan minum yang bahkan dilengkapi dengan wi-fi untuk sambungan internet jelas merupakan sebuah inovasi dari sebelumnya hanya toko yang menyediakan barang-barang kebutuhan sehari-hari sehingga bukan hanya sekedar ekspansi usaha tetapi sudah dapat dikategorikan sebagai transformasi. Selain itu, inovasi dalam tambahan layanan tersebut akan juga membutuhkan suatu rekayasa ulang proses bisnis untuk dapat mendukung tambahan fasilitas makan-minum tersebut sehingga dapat meningkatkan penjualan dan profit perusahaan.

Untuk dapat dikatakan sebuah perusahaan melakukan transformasi adalah bila memang ada upaya-upaya renovasi yang diperlukan karena adanya inovasi jenis layanan dan/atau produk-produk yang berbeda yang bukan hanya sekedar pelengkap dimana akibat dari inovasi tersebut akan diperlukan juga rekayasa ulang dalam proses bisnis yang sudah ada.

Sunday, June 23, 2013

INNER POWER




Pernahkah anda memikirkan proses dari sebuah biji buah rambutan yang ukurannya rata-rata hanya sebesar 2 kuku jari tangan bisa tumbuh menjadi sebuah pohon rambutan yang bisa mencapai ketinggian 7 hingga 10 meter yang kemudian dapat menghasilkan ratusan hingga bahkan ribuan buah rambutan dalam satu musim? Seperti biji rambutan maupun biji-biji dari buah-buahan lainnya yang semula seperti tidak ada gunanya namun ketika jatuh ke tanah akan berkecambah lalu tumbuh menjadi sebuah pohon besar dan kemudian menghasilkan buah-buah, demikian pula sesungguhnya dalam diri setiap manusia ada potensi yang bila dimanfaatkan dengan baik akan dapat menghasilkan karya-karya monumental.
 
Seperti halnya biji pada tumbuh-tumbuhan yang akan berkecambah dan tumbuh bila ada kondisi lingkungan yang sesuai seperti adanya tanah, air dan sinar matahari yang memungkinkan berlangsungnya proses transformasi dari biji menjadi pohon, akan diperlukan kondisi internal dan eksternal yang memungkinkan seorang manusia mengembangkan potensi yang ada dalam diri sendiri.

Berdasarkan penelitian didapatkan fakta bahwa manusia rata-rata hanya mempergunakan 15% hingga 20% dari potensi yang sesungguhnya ada. Rendahnya penggunaan potensi seseorang lebih sering diakibatkan oleh hambatan yang muncul dari pikiran orang tersebut yang mengatakan “tidak bisa” atau “tidak mungkin” ketika menghadapi tantangan atau rintangan atau ketika sebenarnya ada berbagai kesempatan baru.

Misalkan saja selama ini anda baru mempergunakan 15% dari potensi diri anda, untuk dapat meningkatkan hingga 30% dari kinerja anda sekarang hanya akan diperlukan tambahan penggunaan 5% dari potensi diri yang ada dan belum dipergunakan.

Untuk menambah 5% penggunaan dari potensi diri yang belum anda pergunakan tersebut, ada beberapa langkah yang dapat anda lakukan dan langkah pertama adalah memutuskan bahwa anda memang ingin menambah penggunaan potensi diri sebesar 5% dengan menetapkan sasaran-sasaran tambahan atau melakukan telaah atas rencana tindakan yang sudah disusun.

Langkah kedua adalah untuk lebih memfokuskan perhatian anda pada sasaran-sasaran yang telah anda tetapkan dalam seluruh aspek kehidupan. Karena waktu yang tersedia adalah sama untuk setiap orang yaitu 24 jam sehari, maka secara berbarengan anda juga perlu mengatur kembali penggunaan waktu anda serta membuat skala prioritas dengan menempatkan hal-hal yang utama dan penting sebagai prioritas, First Things First.

Kreativitas dan imajinasi sangat diperlukan untuk dapat meningkatkan penggunaan potensi diri karena kedua kemampuan tersebut akan membantu anda “menembus” batasan-batasan yang seringkali dibuat oleh pikiran anda sendiri. Albert Einstein mengatakan bahwa “Logic will get you from A to B. Imagination will take you everywhere. Imagination is more important than knowledge.” Pengetahuan tentu dibutuhkan agar seseorang mampu melakukan aktivitas dengan baik dan benar namun pengetahuan yang didukung oleh imajinasi akan memungkinkan seseorang untuk mendapatkan hasil yang jauh melampaui kinerja yang biasa-biasa saja.
 
Seperti ketika biji dalam proses bertumbuh menjadi sebuah pohon membutuhkan energi, demikian pula anda perlu menyiapkan baik energi fisik maupun energi mental yang sering juga disebut motivasi internal. Mempersiapkan energi fisik akan memungkinkan anda untuk melakukan lebih banyak hal dengan lebih baik dan/atau menghasilkan lebih banyak dalam waktu yang sama. Untuk dapat menghasilkan lebih banyak atau melakukan aktivitas penting anda dengan lebih baik, diperlukan juga peningkatan dalam keahlian /skills/knowhow. Sedangkan energi mental akan diperlukan untuk membantu anda mengatasi keraguan atau hambatan psikis yang mungkin mengatakan kepada diri anda sendiri bahwa upaya yang akan dilakukan adalah tidak mungkin atau anda tidak akan bisa melakukannya.

Banyak pencapaian-pencapaian luar biasa seringkali berawal dari hal-hal biasa dan dilakukan oleh orang-orang biasa namun dilakukan dengan ketekunan dan disiplin  serta didukung ekspektasi positif. Bila anda bisa mempergunakan waktu luang anda yang mungkin biasanya anda pergunakan untuk menonton acara-acara hiburan televisi yang sebenarnya kurang bermanfaat, dengan hanya 2% dari waktu 24 jam yang tersedia dalam sehari atau ekivalen 30 menit digunakan untuk hal-hal yang dapat menambah atau meningkatkan keahlian anda misalnya dalam kemampuan berbahasa asing atau tambahan keahlian lain yang bisa meningkatkan produktivitas kerja anda, 2% tersebut bila dikumpulkan dalam setahun adalah setara dengan total 182 jam waktu extra atau 22 hari kerja yang tersedia untuk anda pergunakan.

DO YOU KNOW YOUR EMPLOYEES?


 
No matter how good your talent management system is, it can only provide you with standard quantitative and qualitative information about your people. Sometimes those comprehensive information about your people could be misleading because of the lack of a one on one feedback system. 

We all also know that businesses with best people in them win. Those businesses will attract and at the same time able to retain their best people.  So, do you really know your people?
 
Having a deeper understanding about all your people rather than just depend on the system, with slightly more attention to those star performers, will prevent your business from loosing them to your competitor. Using conventional talent management system is not enough to keep star performers because they always want the freedom to use their abilities according to their personal work styles.

The personal one on one relationship with those highly effective people will produce continued high performance and commitment to the success of the business. Sadly, this very important part was often overlooked in many companies. The owners and/or leaders of those businesses only then rushed to have more personal meeting, in their effort to regain the commitment from those star performers, far too late after their star performers have the “deals sealed” with other companies. One common reason why many businesses struggle to successfully retain their best people is that they lack focus on people. 

When a business undertakes annual strategy review process, there are usually many areas of business growth and process improvements identified with a number of key goals are agreed on. However, there could be too many goals and the emphasize and prioritizing are on the top-line and bottom-line results, the ultimate goals the organization wants to achieve. As the result, those situations have many times caused the people development related goals which are very vital to the business, then overlooked.

Every leader will always say that people are the most valuable asset of any organization yet they often forget that people need both "maintenance and upgrading," too. Business need to also provide preventive maintenance activities for their people. We can just replace a machine by purchasing a new one when we lose a machine. But lose a star performer means not only you lose the time and money already spent in developing that person but you lose also the potential to achieve good future results from that person. If that star performer is joining your competitor, the list of negative impacts will grow longer.
Just always keep in mind that even a very sophisticated human resources system will never ever replace simple relationship among people in which a constant two way communication is maintained. In today’s rapid alternative communication technology development, people tend to replace the important one on one face to face meetings or phone conversations with just sending e-mails and text messaging.

BE A LEADER WHO LEADS BY MEANS RATHER THAN JUST BY MINDS. BE A LEADER WHO IS CONTROLLED BY HEAD BUT ACTS AND RULES BY HEART.