Saturday, November 21, 2015

KUALITAS PELAYANAN



“Bocornya di bekas tambalan, bu,” ujar bapak setengah umur yang mendapat tugas melakukan penambalan ban sambil menunjukkan gelembung udara yang terlihat keluar dari permukaan ban.

“Bisa ditambal tapi ga jamin tidak bocor, bu,” sambung bapak tersebut.

Isteri saya menanyakan pendapat saya yang berdiri beberapa meter darinya tengah mengamati seorang karyawan lain di toko ban tersebut yang melakukan pekerjaan balancing roda. Saya lalu menghampiri bapak tersebut dan mengatakan agar coba untuk ditambal dahulu.

Selesai menambal lubang yang mengakibatkan kebocoran tersebut, mengikuti prosedur pengecekan, bapak tersebut memeriksa hasil tambalannya.  Secara teliti dan berulang kali, bapak tersebut menyapukan kuas basah untuk melihat apakah masih ada gelembung udara yang timbul. Ternyata hasil tambalannya berhasil dengan baik menutup lubang penyebab kebocoran.  Tidak selesai sampai proses tadi saja, bapak tersebut juga memeriksa kembali seluruh permukaan ban untuk memastikan tidak ada kebocoran lain.  Dan ternyata dia menemukan satu lagi lubang dengan kebocoran sangat halus, yang kemungkinan akan terlewatkan tanpa adanya ketelitian dan kesabaran dalam memeriksa.  Saya melihat dari tempat saya duduk menunggu, bapak tersebut juga melakukan pemeriksaan ulang setelah selesai menambal lubang kedua.

Walaupun kemungkinan besar bapak tersebut belum pernah mendapatkan pelatihan tentang kepuasan konsumen, namun dia telah melaksanakan tugasnya dengan teliti dan hasilnya adalah jasa pelayanan tambal ban yang sesuai dengan harapan konsumen.

Bila Anda yang membaca tulisan ini adalah seorang karyawan, apapun jenis pekerjaan Anda maupun bidang industrinya, apakah Anda sudah melakukan tugas-tugas sesuai dengan standar pelaksanaan yang ditetapkan?   Apakah Anda tergolong karyawan yang berprestasi atau Anda hanya karyawan dengan hasil kerja biasa-biasa saja atau bahkan karyawan yang merugikan perusahaan karena seringnya melakukan kesalahan dalam bekerja?  Apakah Anda memiliki komitmen dan peduli pada masa depan perusahaan?

Bila Anda yang membaca tulisan ini adalah seorang pemilik perusahaan atau pimpinan perusahaan, apapun jenis usaha Anda,   apakah Anda memiliki para karyawan yang memiliki pengetahuan dan keahlian yang diperlukan sehingga mereka dapat melakukan tugas-tugas sesuai dengan standar pelaksanaan yang ditetapkan?  Apakah Anda menyediakan peralatan dan metode kerja sehingga para karyawan Anda dapat secara efektif dan efisien melaksanakan tugas-tugas mereka?  Apakah Anda peduli pada masa depan para karyawan yang berprestasi?

Karena selain harga dan kualitas produk atau jasa yang anda tawarkan, faktor kepuasan konsumen atas pelayanan yang diberikan oleh para karyawan perusahaan Anda, mulai dari karyawan yang menerima dan menjawab panggilan telepon masuk,  yang melakukan pencatatan pesanan, mereka yang memproses pesanan hingga menjadi produk atau jasa, mereka yang kemudian menyerahkan atau mengirimkan kepada para pembeli,  bahkan yang sering kali terlewat dari pengawasan adalah para karyawan yang bertugas menjaga kebersihan ruangan hingga toilet di kantor Anda, atau singkatnya adalah pengalaman yang didapatkan para konsumen ketika berhubungan dengan perusahaan Anda, yang akan lebih menentukan apakah seorang pembeli akan menjadi pelanggan yang akan dapat menentukan masa depan perusahaan dan seluruh karyawan yang bekerja di dalamnya.

Friday, November 20, 2015

PAPA



Dalam beberapa bulan terakhir ini ada beberapa kenalan bisnis dan teman yang meninggal karena serangan jantung.  Kesedihan dan rasa tidak percaya bahwa hal tersebut terjadi sangat tergambar pada wajah dari anggota keluarga mereka yang ditinggalkan dan hampir semua dari mereka mengatakan dengan sedih bahwa mereka tidak pernah menduga kejadian mendadak tersebut.


Papa kami bukan meninggal karena serangan jantung namun karena usia tua pada tanggal 31 Oktober 2015 namun kami juga tidak menduga bila hal tersebut terjadi karena kami berpikir bahwa papa masih akan ada untuk 10 atau 15 tahun lagi.  Namun kita semua harus memahami bahwa usia hidup seseorang tidak pernah akan bisa kita duga kapan akan berakhir karena hidup yang kita miliki merupakan Karunia dari Sang Pencipta.  

Walaupun mama sebagai isteri, kami semua sebagai anak-anak dan cucu cucu sudah merelakan kepulangan papa kembali kepada Sang Pencipta, namun tetap saja pada hari ini tanggal 19 November yang adalah tanggal kelahiran papa, ada sebuah perasaan kehilangan yang menyergap dan membuat kami mengenang beliau dan berterima kasih atas semua yang telah papa lakukan buat kami semua.

Karena kita semua tidak akan pernah tahu secara pasti kapan saatnya kita akan menghembuskan nafas terakhir,  kita mesti jadi lebih menyadari betapa pentingnya hidup yang dikaruniakan Sang Pencipta untuk diisi dengan hal-hal yang bermanfaat tidak saja untuk kepentingan diri sendiri namun juga untuk keluarga, sanak famili, dan lingkungan yang lebih besar seperti teman-teman, orang-orang di tempat kita bekerja atau di tempat kita berusaha dan juga masyarakat.



Jadikan setiap momen dalam hidup kita berharga.  Tidak semua yang kita inginkan bisa terlaksana atau kita dapatkan, namun teruslah berupaya melakukan segala hal dengan lebih baik dari waktu ke waktu.

Akan ada saat-saat yang tidak menyenangkan dan bahkan mengecewakan kita tetapi tetaplah melihat berbagai hal yang terjadi dalam hidup ini dengan perspektif positif dan terus berpikir serta bertindak secara positif. 

Isilah hidup kita dengan berbagai hal yang bermanfaat dan ingatlah selalu untuk menjalani hidup dengan penuh rasa syukur.

Tuesday, September 1, 2015

MARATHON OF HOPE







Kaum muda tentu diharapkan menjadi penerus kehidupan berbangsa namun akhir-akhir ini sangat terlihat menurunnya semangat untuk memajukan kehidupan berbangsa atau bahkan kehidupan mereka sendiri.

Adalah seorang anak muda bernama Terry Fox, seorang mahasiswa kelahiran Winnipeg, Manitoba-Kanada, 28 Juli 1958, dan seperti kebanyakan anak muda lain seusianya, Terry Fox sangat menyukai olahraga basket.  Sebagai mahasiswa tahun pertama di Universitas Simon Fraser di Vancouver, Kanada, Terry juga diterima sebagai anggota tim bola basket Universitas. Namun kegemaran terhadap olahraga basket tersebut tidak dapat diteruskan karena Terry seringkali merasakan sakit luar biasa pada kaki kanannya. Dari pemeriksaan dokter kemudian ditemukan bahwa Terry yang baru berusia 18 tahun waktu itu ternyata terkena kanker tulang.

Pada waktu itu dunia kedokteran belum menemukan cara lain untuk pengobatan penyakit kanker, sehingga kaki kanan Terry terpaksa harus diamputasi sekitar 6 inci di atas lutut.

Seperti banyak orang yang dihadapkan pada kenyataan hidup yang pahit seperti yang mereka alami, Terry sempat kehilangan semangat hidup. Namun keluarganya tidak henti memberi semangat untuk tetap bertahan hidup. Terry yang menyadari betapa dukungan masyarakat umum masih sangat kurang untuk penelitian penyakit kanker kemudian mendapatkan ide untuk melakukan lari marathon melintasi Kanada sejauh 5.000 mil untuk bisa mendapatkan perhatian dan dukungan masyarakat bagi penelitian penyakit kanker. 

Walaupun sempat mendapat tentangan dari banyak orang yang mengenal Terry, termasuk dari ibunya, Terry tetap dengan tekadnya dan Marathon of Hope  tersebut dimulai dari St. John, Newfoundland, pada 12 April 1980.

Terry Fox dengan mempergunakan kaki kanan palsu, berlari tertatih-tatih melintasi jalan-jalan di Kanada. Pada awalnya tidak banyak orang yang mempedulikan upaya yang dilakukan oleh Terry, namun secara berangsur perjuangannya mulai menarik perhatian banyak orang. Gelombang antusiasme masyarakat pun kemudian semakin lama semakin besar.

Pada hari ke 143 Marathon of Hope tersebut, tanggal 1 September 1980, Terry sudah tiba di Thunder Bay, Ontario, dan jarak yang sudah ditempuh oleh Terry adalah 5.373 km.  Saat itu Terry merasakan dadanya teramat sakit dan dia segera dilarikan ke rumah sakit. Ternyata penyakit kanker yang diderita Terry lebih ganas dari yang diperkirakan dan sudah menyerang paru-parunya. Meskipun Terry memiliki semangat pantang menyerah dan ingin tetap meneruskan Marathon of Hope hingga selesai, tim dokter meminta Terry menghentikan upayanya.

Impian Terry untuk dapat melintasi Kanada sejauh 5.000 mil dan merendam kaki palsu di Lautan Atlantik pun tidak menjadi kenyataan. Terry Fox meninggal dunia tanggal 28 Juni 1981 pada usia 22 tahun.

Kegigihan dan semangat Terry Fox dalam menghimpun dana untuk penelitian kanker mengundang perhatian dunia. Tekad dan rasa kemanusiaan yang dimiliki Terry Fox hendaknya dapat menjadi inspirasi bagi semua orang.

Setiap bulan September, tidak hanya di Kanada tetapi juga di seluruh dunia, upaya yang dilakukan oleh Terry Fox lewat Marathon of Hope-nya selalu dikenang.